Selama ini banyak pelajaran menarik yang bisa kuambil dari cara orang-orang menjalin relasi. Ada yang sangat kooperatif, banyak yang over demanding, ada juga yang yasyes tanpa action. Ada kelebihan dan kelemahan dari masing-masing tipe
Aku sendiri, menurutku loh, canderung kooperatif. Bahkan terkadang sering merugikan aku sendiri. Karena ingin membantu orang lain, pekerjaanku sendiri kadang malah dinomer duakan.
Dalam berhubungan aku selalu berpikir bagaimana kalo aku menjadi DIA. Bagaimana kalo posisiku ditukar menjadi DIA. Pasti aku ingin bantuannya, walaupun aku juga tahu kesibukannya. Inilah alasanku sebenarnya mengapa kadang aku mendulukan DIA.
Aku sendiri pernah punya bos yang over-demanding. Bahkan VVOD (Very2OverDemanding). Cara dia berhubungan cenderung agresif dan menekan orang. Dan memang banyak keuntungan dengan cara dia yang seperti itu, walaupun juga kadang-kadang dia kepentok sendiri. Ke anak buah, bosku tadi selalu menetapkan target yang menurut kami sulit dicapai.
“Kerjaan harus selesai semingguuuuu!!!”.
Semua pada ketawa, “Pak, gak mungkin pak. Dua minggu ya pak”.
“Gak bisa, seminggu titik.”
“Hahahahahha, ya deh pak” walaupun dalam hati kami pikir gak mungkin.
Selama mengerjakan tugas itupun kami selalu ditanya progressnya hampir setiap 2 jam. Busyyyeeet.
Itu kalo dengan anak buah. Kalo ke klien gimana. Ya sama saja.
“Pak kalo sampai hari ini data gak sampai sini, perusahaan bapak kita coret loh pak.”
“Iya pak, kami akan kirim besok. Saya janji sebelum jam 11 semua data sudah di kantor bapak.”
Itu kalo yang berhasil. Kalo yang gak berhasil ya sudah beneran dicoret.. Busyet kejam. Tapi seringnya sih si bos sukses, lah emang perusahaan yang butuh.
Tapi aku tetap gak setuju dengan cara berhubungan seperti ini. Aku kembali membayangkan bagaimana kalo aku menjadi pihak yang sedang butuh. Terus aku harus berhubungan dengan orang seprti si bos. Aku pasti pengen berhubungan dengan orang yang bisa bekerjasama dengan baik, bisa memberikan solusi. Yang penting tujuan tercapai.
Pernah juga aku berhubungan dengan orang yang selalu ngomong YAS YES. ” Ya Pak kami siapkan.” Tapi begitu datang ke tempat mereka……. DENG DONG. Apanya yang disiapin. Orang2 General Affair yang paling sering seperti ini. Menurutku sebetulnya mereka memang kooperatif, tapi wewenang dan area kerja mereka memang hanya mengkoordinasikan. Memang dia sudah meminta setiap bagian untuk nyiapin, tapi ya yang nyiapin kerjaannya masih banyak pak. Yeeee tahu gitu saya datengnya besok aja pak.
Intinya… Kalo aku…. Walaupun bagaimana.. paling enak kalo dalam berhubungan kita saling menghormati. Tidak ada perasaan menang posisi, merasa di atas angin, merasa dibutuhkan, menang-menangan. Coba bayangkan kalo posisi kita dibalik.. Toh membantu orang pasti ada itungannya……………






