TKDN minimal 50% untuk PG baru.

Ini berita yang saya baca ….

32 investor pembangunan pabrik gula baru diwajibkan menggunakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 50 persen. Lokasi pabrik tersebut di Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sulawesi, NTB, dan Papua.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp1 miliar dalam pembangunan pabrik gula baru ini dibutuhkan lahan seluas 300 ribu hektar. Pemerintah memberikan bonus tambahan sebanyak 200 ribu hektar, jadi 500 ribu hektar guna mengejar target swasembada gula.

“Dengan pembangunan pabrik gula ini bisa memenuhi kebutuhan nasional, dan diharapkan bisa swasembada,” kata Menperin MS Hidayat pada seminar Nasional Revitalisasi Industri Gula, di Jakarta, Senin [25/01].

Tahun 2014, kebutuhan gula diprediksi mencapai 5,7 juta ton yang terdiri dari 2,96 juta ton gula konsumsi, 2,74 juta ton gula kebutuhan industri makanan dan minuman.

Produksi tahun 2009 masih berkisar 2,6 juta ton dengan kebutuhan nasional yang sebanyak 4,85 juta ton. Karena itu, nilai dan volume impor gula masih cukup tinggi dan menempatkan Indonesia sebagai importir gula terbesar ketiga di dunia setelah Rusia dan India.

Penambahan 500 hektar lahan tersebut setara dengan penambahan kapasitas giling pabrik gula sebanyak 163 ribu ton cane per hari (TCD). Produksi tersebut sebanding dengan pembangunan 11 buah pabrik gula baru masing-masing berkapasitas 15 ribu TCD atau 16 pabrik gula. Keenam belas pabrik gula tersebut berkapasitas 10 ribu TCD atau 20 pabrik gula dengan kapasitas 8 ribu TCD.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia, Thomas Darmawan mengatakan mendukung sepenuhnya program tersebut.
Dengan pembangunan pabrik gula, ia mentargetkan industri makanan dan minuman akan tumbuh positif dan menjadi Rp600 triliun pada 2010. Dari sebelumnya sebesar Rp530 triliun pada 2009.

“Gula itu cakupannya luas.. Dari industri susu, permen, makanan ringan, utnuk pengeras, pengawet, dan masih banyka lagi,”ujarnya. Direktur Eksekutif AGRI Yamin Rahman mengungkapkan,sebanyak 3 perusahaan dari 8 perusahaan anggota AGRI menyatakan kesanggupan dan ketertarikan untuk bergabung.

Ketika ditanya kapan persisnya action, ia mengatakan kemungkinan terlaksana setelah terbentuk working group. “Saya rasa terlaksana setelah terbentuk working group antara pemerintah- swasta,” katanya

…………….

Apabila benar kebijakan ini diterapkan, produsen mesin peralatan dalam negeri akan mendapatkan angin segar.  Jika satu PG membutuhkan nilai investasi mesin senilai 100 Miliar, maka akan ada belanja 3,2 Triliun yang akan mengalir dalam rangka pembangunan PG-PG ini. Jika 50% mengalir ke produsen mesin dalam negeri, bisa dibayangkan geliat industri mesin yang semakin kuat.

Yang saya bingung, nilai 1 Miliar yang dianggarkan pemerintah itu untuk apa ya? belum jelas tuh. Kalo subsidi kok terlalu kecil. Atau mungkin  untuk perencanaan ya. Untuk apa pak menteri?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s