TKDN – Ketepatan Angka TKDN Barang

Saya mengawali tulisan ini dengan kalimat terkenal You only can manage what you can measure. Yahh harus bisa terukur. termasuk juga TKDN.

Dalam tulisan ini saya ingin lebih fokus khusu untuk TKDN Barang. Supaya tidak mbeleber kemana-mana dan idenya bisa sampai.

Selama ini nilai TKDN selalu diwakili dengan angka persentase. Berapa persen dari cost to make yang dibelanjakan ke dalam negeri. Sebetulnya bukan sekedar dibelanjakan tetapi benar-benar masuk ke kantong di dalam negeri.

Nilainya merupakan hasil dari verifikasi yang dilakukan terhadap bukti dan dokumen pengeluaran dalam menghasilkan sebuah barang. Verifikasi yang dilakukan bersifat on spot dengan memperhatikan dokumen yang ada selama setahun terakhir.

Kemudian nilai TKDN hasil verifikasi ini akan tertuang dalam sebuah sertifikat yang ditandasah oleh Kem Perindustrian. Masa berlakunya 2 tahun. Nah ini yang menjadi persoalan yang idenya ingin saya munculkan dalam tulisan ini. Sepanjang 2 tahun setelah verifikasi dilakukan sangat mungkin perusahaan mengubah sumber bahan baku yang diproduksi.

Kalau dalam sertifikasi ISO 9001, setahu saya, ada skema surveillance untuk memastikan bahwa prosedurnya masih berjalan setelah sertifikat dikeluarkan. Saya pikir seharusnya TKDN pun harus demikian. Seluruh dokumen belanja selama 6 bulan (misalnya) harus dimonitor dan setelah itu ada semacam dokumen yang menjelaskan bahwa nilai awal masih sesuai.

Memang ada plus dan minusnya. Ini ide saya bagaimana ide Anda??

Advertisements
By maskuntop Posted in TKDN

3 comments on “TKDN – Ketepatan Angka TKDN Barang

  1. Kekhawatiran Pak Kunto cukup masuk akal. Oleh karena itu, pada tahun 2012 ini, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan kegiatan yang dinamakan “Audit Konsistensi”. Salah satu tujuannya memang untuk mengecek apakah proses produksinya tetap sama, termasuk bahan baku yg digunakan, jika dibandingkan ketika perusahaan tsb memperoleh tanda sah.

    Saat ini kegiatan “Audit Konsistensi” masih dalam proses lelang. Informasi selengkapnya akan bisa dilihat di website p3dn.kemenperin.go.id.

    Kami tunggu saran dan masukan berikutnya dari Bapak 🙂

    • Setuju pak Teguh. Memang perlu adanya audit konsistensi agar nilai yang sudah tercantum sesuai dengan realisasi pada waktu berjalan. Dalam Permen 15 mungkin juga perlu ditambahkan di pasal bahwa 16 bahwa masa berlaku 2 tahun tetapi dengan sumber bahan baku yang sama di dalam negeri.

  2. Kekhawatiran Pak Kunto cukup masuk akal. Oleh karena itu, pada tahun 2012 ini, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan kegiatan yang dinamakan “Audit Konsistensi”. Salah satu tujuannya memang untuk mengecek apakah proses produksinya tetap sama, termasuk bahan baku yg digunakan, jika dibandingkan ketika perusahaan tsb memperoleh tanda sah.

    Saat ini kegiatan “Audit Konsistensi” masih dalam proses lelang. Informasi selengkapnya akan bisa dilihat di website p3dn.kemenperin.go.id.

    Kami tunggu saran dan masukan berikutnya dari Bapak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s