Maskuntop’s Weblog

26/01/2012

Ikan Besar di Kolam Kecil

Filed under: Karir — maskuntop @ 11:29 am
Tags: ,

Hasrat dan naluri dasar kita adalah mendapatkan yang terbaik buat kita. Pengen cari sekolah terbaik, Kuliah di tempat terbaik dan jurusan paling favorit. Kerja di Perusahaan besar dan gaji paling gede. Kita pun tidak gentar untuk bersaing dengan orang-orang terbaik yang menginginkan tempat tersebut. Orang terbaik dapat tempat terbaik.

Ini kisah temanku. Oka dan Dewa.
Dua orang dengan tipikal yang kurang lebih mirip. Tapi Oka memang sedikit ambisius sedangkan Dewa cenderung lebih santai. Kualitas kecerdasan mereka menurutku hampir sama. Kuliah di tempat sama Civil UGM, mereka lulus dengan IPK yang memuaskan. Setelah itu perburuan tempat kerja di mulai. setelah melewati beberapa seleksi dan mempertimbangkan semua tawaran yang ada akhirnya keputusan diambil.

Oka memilih bekerja di perusahaan minyak yang sanggup memberikan gaji gede. Dewa memilih kerja di kontraktor sipil. Perusahaannya memang tidak terlalu besar, tapi dia mendapatkan posisi dengan kesempatan belajar dan berkarir

Antusiasme

Filed under: Quote — maskuntop @ 11:24 am
Tags: ,

Act Enthusiastic and you will be enthusiastic

27/01/2010

TKDN minimal 50% untuk PG baru.

Filed under: TKDN — maskuntop @ 4:19 pm
Tags: , , , ,

Ini berita yang saya baca ….

32 investor pembangunan pabrik gula baru diwajibkan menggunakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 50 persen. Lokasi pabrik tersebut di Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sulawesi, NTB, dan Papua.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp1 miliar dalam pembangunan pabrik gula baru ini dibutuhkan lahan seluas 300 ribu hektar. Pemerintah memberikan bonus tambahan sebanyak 200 ribu hektar, jadi 500 ribu hektar guna mengejar target swasembada gula.

“Dengan pembangunan pabrik gula ini bisa memenuhi kebutuhan nasional, dan diharapkan bisa swasembada,” kata Menperin MS Hidayat pada seminar Nasional Revitalisasi Industri Gula, di Jakarta, Senin [25/01].

Tahun 2014, kebutuhan gula diprediksi mencapai 5,7 juta ton yang terdiri dari 2,96 juta ton gula konsumsi, 2,74 juta ton gula kebutuhan industri makanan dan minuman.

Produksi tahun 2009 masih berkisar 2,6 juta ton dengan kebutuhan nasional yang sebanyak 4,85 juta ton. Karena itu, nilai dan volume impor gula masih cukup tinggi dan menempatkan Indonesia sebagai importir gula terbesar ketiga di dunia setelah Rusia dan India.

Penambahan 500 hektar lahan tersebut setara dengan penambahan kapasitas giling pabrik gula sebanyak 163 ribu ton cane per hari (TCD). Produksi tersebut sebanding dengan pembangunan 11 buah pabrik gula baru masing-masing berkapasitas 15 ribu TCD atau 16 pabrik gula. Keenam belas pabrik gula tersebut berkapasitas 10 ribu TCD atau 20 pabrik gula dengan kapasitas 8 ribu TCD.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia, Thomas Darmawan mengatakan mendukung sepenuhnya program tersebut.
Dengan pembangunan pabrik gula, ia mentargetkan industri makanan dan minuman akan tumbuh positif dan menjadi Rp600 triliun pada 2010. Dari sebelumnya sebesar Rp530 triliun pada 2009.

“Gula itu cakupannya luas.. Dari industri susu, permen, makanan ringan, utnuk pengeras, pengawet, dan masih banyka lagi,”ujarnya. Direktur Eksekutif AGRI Yamin Rahman mengungkapkan,sebanyak 3 perusahaan dari 8 perusahaan anggota AGRI menyatakan kesanggupan dan ketertarikan untuk bergabung.

Ketika ditanya kapan persisnya action, ia mengatakan kemungkinan terlaksana setelah terbentuk working group. “Saya rasa terlaksana setelah terbentuk working group antara pemerintah- swasta,” katanya

…………….

Apabila benar kebijakan ini diterapkan, produsen mesin peralatan dalam negeri akan mendapatkan angin segar.  Jika satu PG membutuhkan nilai investasi mesin senilai 100 Miliar, maka akan ada belanja 3,2 Triliun yang akan mengalir dalam rangka pembangunan PG-PG ini. Jika 50% mengalir ke produsen mesin dalam negeri, bisa dibayangkan geliat industri mesin yang semakin kuat.

Yang saya bingung, nilai 1 Miliar yang dianggarkan pemerintah itu untuk apa ya? belum jelas tuh. Kalo subsidi kok terlalu kecil. Atau mungkin  untuk perencanaan ya. Untuk apa pak menteri?

25/12/2009

Resistensi. Mau kamu apa PLN??

Filed under: Karir — maskuntop @ 2:38 pm
Tags: , ,

Setelah Dahlan Iskan diangkat sebagai Dirut PLN, Resistensi ditunjukkan oleh Serikat Pekerja PLN. SP PLN yang dari awal sudal menyatakan penolakannya terhadap Dahlan Iskan, akhirnya melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Dirut PLN tersebut. Alasan yang diakemukakan adalah Dahlan Iskan bukan orang dari dalam PLN, jadi tidak paham masalah sebenarnya di PLN. Alasan lainnya adalah soal kepemilikan perusahaan listrik di Kalimantan oleh Dahlan. Hal ini dikhawatirkan bisa menimbulkan conflict of interest dalam kebijakan yang nantinya diambil.

“Kalau perubahan itu datang dari orang lain, orang akan pikir-pikir. Tapi kalau merasa perubahan datang dari diri sendiri , maka orang akan merasa lebih nyaman. Dengan demikian perlu Change Manajemen. Bagaimana seakan-akan perubahan itu tidak datang dari orang lain”…..Rhenald Kasali.

Penjelasan Pak Rhenald bisa menjelaskan alasan pertama SP PLN. Untuk itu mereka perlu dilibatkan dalam membuat keputusan di tubuh PLN.

Bagi saya resistensi ini justru menimbulkan kecurigaan terhadap praktek bisnis di PLN selama ini. Sering saya dengar kalau sebenarnya masalah inefisiensi menjadi problem terbesar mengapa PLN terus merugi. Jangan-jangan benar ya… Dan mereka merasa sangat nyaman dengan keadaan yang sudah mereka jalani selama ini. Atau mungkinkah lebih parah lagi?? Jangan-jangan di PLN masih subur budaya korup. Sehingga mereka takut kalaubudaya ini diacak-acak oleh orang dari luar mereka.

Sedangkan alasan kalau akan ada konflik kepentingan menurut saya juga kurang pas tuh. Kalau ukurannya uang, daripada jadi Dirut PLN, orang sekaliber pak Dahlan mendingan ngembangin bisnisnya aja. Gaji dirut PLN tidak lebih besar dibandingkan dengan pendapatan pak Dahlan sebagai CEO Jawa Pos Group. Belum lagi dengan benturan-benturan yang harus dihadapi ketika menjadi Dirut PLN. Pasti lebih melelahkan. Jadi, sekali lagi menurut saya, uang bukanlah alasan mengapa pak Dahlan mengambil posisi ini.

Sebenarnya alasan Menneg BUMN mengangkat Dahlan Iskan menjadi Dirut PLN adalah karena Dahlan Iskan dianggap mampu menawarkan konsep-konsep yang radikal bagi pengembangan PLN ke depan. Semoga saja pak Dahlan bisa memenuhi harapan banyak pihak,termasuk saya. Karena, bukan maksud melebih-lebihkan, faktor energi listrik dalam persaingan ekonomi global bagi Indonesia adalah mutlak. Bagaimana mau membangun kalau pasokan listrik seperti sekarang.

Kembali ke Resistensi..
Resistensi menurutku tidak seluruhnya negatif, tapi harus dikelola dengan baik. Kita harus tahu dulu alasan resistensi bisa terjadi. Beberapa faktor penolakan itu diantaranya (1)Kebiasaan, (2) Rasa aman, (3) Pendapatan ,(4) Ketidakpastian ,(5) Persepsi.

Kejadian resistensi juga terjadi saat akan beberapa BUMN akan diprivatisasi.

23/12/2009

Self Assessment TKDN Barang

Filed under: TKDN — maskuntop @ 10:34 am
Tags:

Dalam melakukan perhitungan TKDN Barang, Ada 3 Komponen yang diperhatikan yaitu (1) Bahan Baku, (2)Tenaga Kerja, dan (3)Factory Overhead. Ketiga komponen ini ada pembentuk harga pokok produksi (HPP) suatu produk. Jadi perhitungan TKDN barang hanya sampai pada HPP suatu produk. Biaya-biaya lain diluar HPP seperti biaya marketing, biaya administrasi kantor dll tidak dimasukkan dalam perhitungan TKDN.

(1) Bahan Baku
Bahan baku adalah semua material yang digunakan dalam proses produksi suatu produk. Sebagai contoh jika produknya adalah baju, maka contoh material di sini adalah (kain, benang, kancing, dll) bahkan jika produk itu dikemas ke dalam plastik, maka plastik itu pun bisa dimasukkan sebagai bahan baku penunjang.

(2) Tenaga Kerja
Yang dimaksud disini adalah biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja yang langsung berhubungan dengan proses produksi barang. Beberapa biaya tenaga kerja ini diantaranya (gaji, tunjangan, lembur, asuransi, seragam, konsumsi, dll)

(3) Factory Overhead

Factory overhead adalah biaya-biaya dari tenaga kerja tidak langsung, mesin/alat kerja/fasilitas kerja, dan semua biaya pabrikasi lainnya yang biayanya tidak dapat dibebankan langsung ke dalam produk tertentu.

Download Form Asselfment TKDN Barang

19/12/2009

Kenapa harus WIMAX 16.d ???

Filed under: TKDN — maskuntop @ 3:42 am

Di okezone kemarin sempat baca berita tentang penundaan implementasi teknologi Wimax 16.d. Selengkapnya di Atas nama tkdn, pemerintah keukeh di 16d. Sebetulnya saya pertama dapat info ini saat meeting dengan pihak zte indonesia. Mereka bilang heran dengan kebijakan ini. Bagaimana bisa pemerintah dengan sengaja menunda implementasi teknologi yang lebih canggih.

Ada 2 pilihan sulit yang harus dipilih pemerintah dalam kasus ini. Antara mendukung industri nasional di bidang telekomunikasi  atau mengikuti perkembangan teknologi yang juga banyak manfaat dan keunggulannya. Memang pilihan yang sulit karena keduanya punya plus minus.

Jika pemerintah memilih untuk memulai implementasi 16.e, maka hal ini meningkatkan akselerasi perkembangan telekomunikasi di Indonesia. Teknologi 16.d sudah dianggap usang jika dibandingkan dengan teknologi 16.e. Wimax 16.e juga mampu menghadirkan telekomunikasi dengan biaya yang lebih murah.

Tetapi dalam rangka membangun industri telekomunikasi di Indonesia pemerintah harus konsisten menunda dulu implementasi Wimax 16.e. Saat ini melalui Peraturan Menteri Kominfo No 07 Tahun 2009, Pemerintah telah menetapkan TKDN minimal dalam rangka wimax adalah 30% untuk Subscriber Station dan 40% untuk Base Station.

15/12/2009

Self Assessment TKDN,

Filed under: TKDN — maskuntop @ 12:13 pm
Tags: ,

Self Assessment TKDN adalah kegiatan menghitung dan menyatakan sendiri capaian TKDN dan BMP oleh Produsen atau penyedia barang/jasa sesuai dengan pedoman dari Depperin. Self Assessment ini harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukungnya.

Self Assessment ini nantinya diajukan dalam proses verifikasi TKDN. Sucofindo selaku surveyor, selanjutnya akan memverifikasi nilai-nilai yang ada dalam Self Assessment ini.

Banyak perusahaan merasa kesulitan dalam membuat Self Assessment. Sebenarnya bagi yang sudah biasa, pekerjaan Self Assessment pun masih susah2 gampang. Sebetulnya memang ada trik supaya penyusunan Self Assessment menjadi rapi dan lebih mudah. Bahkan ada trik juga bagaimana cara mendapatkan nilai maksimal dalam Self Assessment TKDN tanpa melanggar petunjuk teknis yang sudah ditentukan. Dalam hal ini memang pengalaman berbicara (GAYA BENERRRR) ;p

Selanjutnya tulisan tentang Self Assessment TKDN akan saya rinci menjadi

1. Self Assessment TKDN Barang

2. Self Assessment TKDN Jasa

3. Self Assessment TKDN Gabungan Barang&Jasa

13/12/2009

Inpres No.2 Tahun 2009

Filed under: TKDN — maskuntop @ 3:24 am
Tags: , , , ,

Menindaklanjuti program peningkatan penggunaan produk dalam negeri(P3DN) yang telah digulirkan sejak 2003, pada tanggal 9 Februari 2009 telah mengeluarkan Inpres tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dalam Inpres ini ditekankan agar program P3DN lebih terkoordinir sehingga penerapannya mampu memberikan dampak yang lebih positif bagi industri dalam negeri  dan pada akhirnya bagi kemajuan ekonomi nasional.

Silahkan download inpres No.02 2009

Halaman Berikutnya »

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.